Kondisi perekonomian nasional yang saat
ini masih belum pulih akibat terjadinya krisis moneter berkepanjangan
menyebabkan kalangan dunia usaha belum bisa bangkit seperti sedia kala. Bahkan
banyak perusahaan yang terpaksa ditutup / dilikuidasi karena kelangsungan
usahanya tidak dapat dipertahankan. Hal tersebut mengimbas pula terhadap Badan
Usaha Milik Negara (BUMN). Di negara-negara berkembang, keberadaan BUMN/BUMD
memainkan peran yang sangat strategis dalam tata perekonomian negara. Di
negara-negara berkembang sebagian besar pembentukan modal nasional berasal dari
investasi BUMN/BUMD. Namun disisi lain, keterlibatannya dalam proses alokasi
sumber daya yang bersifat ekonomis bagi masyarakat banyak menghabiskan
sumber-sumber daya, bhkan sering menjadi beban keuangan negara. Rendahnya
tingkat profitabilitas, efisiensi kerja, dan ketidak mampuan BUMN/D untuk
memupuk keuntungan menjadi penyebab keberadaan entitas bisnis negara ini hanya
menjadi beban negara hal ini sangat dipegaruhi oleh berbagai faktor,
diantaranya adalah :
·
Kewajiban badan usaha
untuk mencapai tujuan komersial sekaligus melaksanakan fungsi sosial
·
Sentralisasi yang
berlebihan dalam pembuatan keputusan, birokratisasi manajemen
·
Kecendrungan bagi
BUMN/D untuk mencoba-coba menggarap sektor ekonomi padat modal
·
Manajemen BUMN/D yang
berorientasi pada kegiatan (activity oriented)
·
Kurang terkontrolnya
atas manajemen
»» read more